Tak Dapat Bekingan Partai Pendukungnya, Anies Tetap Santai

- 19 November 2020, 22:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. /ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A

PORTAL MALANG RAYA - Dugaan atas pelanggaran UU Kekarantinaan karena adanya kerumunan massa yang terjadi di acara yang diselenggarakan Habib Rizieq menjadikan posisi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi terancam.

Acara tersebut mengakibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya untuk klaridikasi.

Disaat itulah, diketahui tidak ada satupun partai pendukungnya yang tampak membela Anies.

Partai Gerindra dan tiga partai lainnya (PKS, Partai Perindo dan Partai Idaman) yang mendukungnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, tak tampak pada saat Anies di panggil dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid 19 itu.

Baca Juga: Bukan Hanya Satu Kali ini saja, Ternyata Ustad Maher Pernah Lakukan Penghinaan juga Sebelumnya

Pada saat Anies diduga melanggar UU Kekarantinaan, tak ada satupun partai pendukungnya yang membela Anies. Termasuk pula Partai Gerindra dan tiga partai lainnya (PKS, Partai Perindo dan Partai Idaman) yang mendukungnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opininon, Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa walaupun menjadi partai pengusung Anies, Anies bukanlah kader dari partai Gerindra. Maka tidak mengejutkan apabila tidak membela Anies. 

Dedi mengatakan dalam situasi semacam ini, seharusnya Anies harus segera bersiap jika posisinya terancam. 

"Gerindra sebagai Parpol, meskipun pengusung Anies, tetapi Anies bukan kadernya. Untuk itu, tidak mengejutkan jika hambar dalam pembelaan. Dalam situasi semacam ini, Anies harus bersiap jika posisinya terancam, dan itulah sisi buruk politik kita. Minimnya loyalitas politik," ujar Dedi seperti dilansir dari RRI pada 19 November 2020.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X