Ker, Jangan Buang Minyak jelantah di Dapurmu, karena Bisa ditukar dengan Emas

- 3 Oktober 2020, 19:50 WIB
Minyak jelantah bisa ditukar dengan emas lewat tabungan /Pixabay/

Program ini bukanlah tanpa dasar, namun berangkat dari kisah sukses. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan kelompok binaan Pertamina mendapatkan sertifikat atas keberhasilan mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar biodiesel.

Baca Juga: Pulau Jawa Terancam Tsunami! Berikut keterangan dari Ahli-Ahli ITB

Lewat program ini Pertamina mendorong gerakan energi baru terbarukan.

“Kolaborasi ini diharapkan akan menarik minat masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk ditukar dengan tabungan emas,” papar Fajriyah.

Pertamina dan Pegadaian melalui program ini melirik potensi pengelolaan Bank Sampah yang berbasis masyarakat, yaitu kesadaran masyarakat akan gaya hidup zero waste dan peningkatan taraf perekonomian.

"Indonesia adalah negara nomor dua penyumbang sampah terbesar di dunia, karena itu Kita perlu meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan sampah. Selain itu sampah juga ternyata bisa bermanfaat secara ekonomi terhadap mereka,” ujar SVP Kemitraan Bina Lingkungan PT Pegadaian Hertin Maulida 
.


Baca Juga: Dikira Cacing Pita, Ternyata Ratusan Susuk Bersarang di Tubuh Wanita Tua ini

Tak luput, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Agus Suharyono tidak bisa menutupi kegembiraan atas inisiasi program pemberdayaan masyarakat ini.

"Sebuah kerja sama yang memang Kami tunggu yang bisa berdampak pada penghasilan masyarakat kecil. Terima kasih banyak kepada Pertamina dan Pegadaian, mudah-mudahan kolaborasi bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk sama-sama mengembangkan pola-pola kerjasama seperti ini," ngkapnya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Capacity Building Penerima Manfaat Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat antara Pertamina dan Pegadaian dilakukan di Hotel Alana Sentul, pada Selasa, 29 September 2020.

Halaman:

Editor: Cak Ipunk

Sumber: Pertamina


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X