ShopeePay Talk Kupas Tuntas Strategi untuk Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal

- 18 Februari 2021, 13:00 WIB
(ki-ka) Co-Founder Secondate Beauty Gitta Amelia, CEO Garis Temu Giorrando Grissandy, dan (bawah) Beauty & Lifestyle Influencer Putri Caya pada acara virtual ShopeePay Talk bertajuk Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal
(ki-ka) Co-Founder Secondate Beauty Gitta Amelia, CEO Garis Temu Giorrando Grissandy, dan (bawah) Beauty & Lifestyle Influencer Putri Caya pada acara virtual ShopeePay Talk bertajuk Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal /

PORTAL MALANG RAYA - ShopeePay, penyedia layanan pembayaran digital terunggul di Indonesia, menghadirkan episode kelima ShopeePay Talk dengan tema ‘Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal’. Melalui episode kali ini, ShopeePay ingin menggali lebih dalam bagaimana produk lokal, khususnya produk kecantikan, mampu menggaet hati masyarakat dan pasar Indonesia hingga bersaing dengan produk skala internasional. Hadir para pembicara inspiratif dengan pengalaman bertahun dalam industri branding dan marketing serta industri kecantikan, Co-Founder Secondate Beauty Gitta Amelia, CEO Garis Temu Giorrando Grissandy, dan Beauty & Lifestyle Influencer Putri Caya yang memberikan perspektif dari berbagai sisi mengenai produk kecantikan lokal di Indonesia.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan, “Menilik lebih dekat tentang produk lokal, kosmetik atau produk kecantikan merupakan salah satu industri yang tumbuh dengan sangat pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meski terus digempur dengan berbagai brand dan produk internasional, tapi berbagai produk lokal ternyata mampu menunjukkan perkembangan yang menjanjikan melalui kualitas dan harga yang bersaing serta strategi marketing dan branding yang baik. Melalui informasi yang dibagikan kali ini serta dukungan dari layanan, program, dan kampanye yang dihadirkan, kami berharap ShopeePay dapat mendorong lebih banyak bisnis lokal untuk tumbuh lebih besar.”

Tren terhadap brand dan produk lokal terus tumbuh. Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) di penghujung tahun 2020 menunjukkan bahwa 82,3% responden memilih menggunakan produk lokal karena dimotivasi oleh kebanggaan terhadap produk dalam negeri dan 60,7% karena harga yang terjangkau. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan brand dan produk lokal sudah semakin besar sehingga diperlukan strategi yang tepat dari sisi inovasi, kemudahan akses pembelian serta marketing dan branding untuk mendorong pertumbuhan yang lebih besar.

Gitta Amelia, Co-Founder Secondate Beauty mengatakan, “Sejak awal, kami melihat peluang pertumbuhan produk kecantikan lokal di Indonesia cukup besar. Masyarakat mulai beralih membeli produk dari brand lokal yang memang memiliki kualitas yang baik namun tetap memperhatikan harga yang terjangkau bagi konsumen di Indonesia. Untuk itu, dalam setiap inovasi produk kami, Secondate Beauty berusaha untuk memperhatikan seluruh aspek penting yang menjadikan produk Secondate Beauty bukan hanya sebagai produk kecantikan, namun juga sebagai identitas dari penggunanya.”

Giorrando Grissandy, CEO Garis Temu menambahkan, “Kesadaran dan tren untuk menggunakan produk lokal secara bertahap sudah terbentuk seiring dengan kreativitas yang dilakukan brand lokal dalam memperkenalkan dan mendekatkan brand-nya dengan masyarakat. Apalagi di era sosial media seperti sekarang ini, sudah menjadi keharusan untuk “memanusiakan” brand yang dimiliki. Namanya saja sudah “sosial” dan “media”, bukan hanya media saja, harus ada sisi sosialnya juga. Cara ini juga menjadi bagian penting untuk menciptakan competitive advantage yang membedakan brand lokal dengan kompetitornya. Kunci untuk dapat menarik perhatian masyarakat adalah dengan menciptakan konten atau informasi menarik yang relatable dan shareable.”

Melalui sesi bincang ShopeePay Talk: Pikat Hati Masyarakat dengan Produk Lokal, terdapat tiga poin yang dapat dilakukan oleh brand lokal untuk menarik perhatian masyarakat:
1. Gaungkan kebanggaan atas produk dan brand yang dimiliki
Sebagai brand lokal, tunjukkan rasa bangga sebagai sebuah serta kualitas produk yang dimiliki. Lakukan riset dasar untuk mengetahui tren yang saat menjadi perbincangan publik untuk menciptakan strategi komunikasi yang relevan.

Jangan lupa untuk konsisten menekankan keunggulan produk yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia serta daya saing yang tidak kalah dengan produk berskala internasional.

2. Tentukan strategi komunikasi yang sesuai dengan core value dari brand
Untuk memperkenalkan brand dengan baik ke masyarakat luas, dibutuhkan sebuah strategi komunikasi yang matang dan tepat sasaran.

Sebelum melangkah jauh, tentukan pesan utama yang nantinya akan disampaikan melalui keseluruhan program, konten, kampanye, hingga promo.

Kreativitas sangat dibutuhkan untuk mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan di tengah persaingan yang cukup ketat dengan brand internasional. Jika dikemas dengan menarik, ciri khas dari sebuah brand dapat terus melekat di hati masyarakat.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X