Relaksasi PPnBM Usulan Kementerian Perindustrian Akhirnya Mendapat Restu Airlangga Hartarto

- 12 Februari 2021, 06:55 WIB
Mobil-mobil yang akan diekspor di dermaga IPC Car Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok /Antara/Indrianto Eko Suwarsono/

PORTAL MALANG RAYA – Usulan dari Kementrian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor secara bertahap selama tahun 2021, akhirnya disetujui oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

“Dengan perencanaan relaksasi PPnBM yang dilakukan secara bertahap, diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi  yang akan mencapai 81.752 unit kendaraan,” ungkap Airlangga Hartarto, dikuti dari Antara, Kamis, 11 Februari 2021.

Airlangga Hartarto mengungkapan bahwa realisasi skenario PPnBM adalah nol persen pada bulan  Maret-Mei, lalu 50 persen pada bulan Juni-Agustus, dan 25  persen di bulan September-November pada tahun 2021.

Baca Juga: Agresi China di Laut Natuna Utara Berlanjut, Pentagon Minta Filipina Tingkatkan Kekuatan Militer

Dengan adanya skenario PPnBM ini  akan menyebabkan bertambahnya output industry otomotif hingga mampu menyumbakan pemasukan negara sekitar Rp 1,4 triliun.

“Kebijakan skenario PPnBM ini akan berpengaruh pendapatan negara yang diprediksi terjadi surplus penerimaan sebesar 1,62 triliun,” lanjut Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto juga mengharapkan dengan pulihnya produksi dan penjualan di bidang  industri otomotif  akan memberikan dampak positif bagi sektor pendukung lain, seperti industri bahan baku yang berkontribusi sekitar 59 persen dalam bidang industri  otomotif.

Industri otomotif dan pendukungnya  telah berhasil menyumbangkan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Indonesia  sebesar 1,5 juta orang dan telah memberikan berkontribusi PDB sebesar Rp 700 triliun.

Baca Juga: Bio Farma Aplikasikan Sistem Pelacakan untuk Awasi Distribusi Vaksin Covid-19 Berbasis IoT

Dalam rincian yang dilansir dari Antara,  pelaku  industri tier I  terdiri dari 550 perusahaan  dengan 220.000 pekerja. Selain itu terdapat bidang perakitan sebanyak 22 perusahaan dengan 75.000 pekerja, dealer dan bengkel resmi sebanyak 14.000 perusahaan dengan 400.000 pekerja, dan dealer, bengkel tidak resmi sebanyak 42.000 perusahaan dan jumlah pekerja 595.000 orang.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X