Wow, Media Asing Juluki FPI Bagaikan Dewa Penolong Bencana

- 24 November 2020, 17:03 WIB
Imam Besar FPI, Habib Rizieq di tengah kerumunan simpatisan dan pendukungnya, rendanya disiplin Prokes masyarakat menyebabkan kasus positif covid-19 bertambah, PSBB Transisi Jakarta otomatis diperpanjang. /Livia Kristianti/Antara

PORTAL MALANG RAYA - Belakangan ini, Front Pembela Islam (FPI) tengah ramai menjadi topik pembicaraan di tanah air.

Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab itu dihampiri oleh berbagai kritik pedas.

Namun, salah satu media luar negeri yaitu Washington Post pernah mengapresiasi kinerja FPI.

Hal tersebut diketahui dalam sebuah berita yang diunggah tanggal 11 Juni 2019.

Baca Juga: Ramai Wacana Pembubaran FPI, PP Muhammadiyah Serahkan ke Pemerintah

Artikel berita tersebut ditulis oleh jurnalis bernama Stephen Wright dengan Judul “When disaster hits, Indonesia's Islamists are first to help”.

Dalam artikel tersebut dituliskan, pada saat bencana tsunami melanda kota Palu, FPI lah yang datang pertama sebagai dewa penolong dan menjadi harapan baru untuk korban tsunami.

Dikisahkan dalam berita tersebut, melalui keterangan seorang Pria paruh baya berusia sekitar 50 tahun bernama Anwar Ragua.

Dia mengungkapkan saat bencana di Palu tanggal 28 September 2018 baik pihak kepolisian maupun pemerintah bahkan organisasi bantuan tak ada yang membantu saat air laut berhasil menyapu kota Palu.

Baca Juga: Habib Rizieq Ungkit Jasa FPI untuk NKRI yang Tidak Pernah Ditayangkan Media Televisi

Namun, ketika Ragua merasa ditinggalkan, datang orang-orang yang menawarkan secercah harapan seperti dewa penolong dan orang-orang tersebut berasal dari Front Pembela Islam, sebuah kelompok yang sangat terkenal di mata publik sebagai garda terdepan penegak syariat islam di bumi Nusantara

Dalam sebuah ceramah terbarunya yang diunggah akun YouTube ASWAJA TV pada 23 November 2020.

Habib Rizieq mengungkapkan kekecewaannya terhadap media Televisi Indonesia yang dinilainya tidak adil dengan hanya menampilkan sisi buruk FPI saja.

Sedangkan tidak pernah menayangkan ketika FPI melakukan berbagai pertolongan ketika terjadi bencana di Indonesia.

Baca Juga: Reuni 212 Batal, Pangdam Jaya Siap Kerahkan Pasukan Jika Tetap Ngeyel Diselenggarakan

“Kenapa saat FPI membantu evakuasi seratus ribu mayat, paska tsunami aceh, tidak satu televisi pun yang menyiarkan saudara, kemudian di Pasuruan, di Gresik, di Depok, di Purwakarta, di Jakarta, kenapa tidak masuk TV” ujar Habib Rizieq.

“Tidak sampai disitu, di mana terjadi Gempa di Padang, gempa di Jawa Barat, letusan Merapi di Jogja, tidak satupun televisi sudi menyiarkannya saudara,” tuturnya menambahkan.***

Editor: Ratri Ni'mah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X