Wow! Profesor di Universitas Brawijaya Bertambah

- 17 Desember 2020, 19:21 WIB
Universitas Brawijaya Malang /ANTARA/HO-Universitas Brawijaya

PORTAL MALANG RAYA - Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, menambah guru besar setelah mengukuhkan dua profesor baru, yakni bidang Sosiologi Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Administrasi dan bidang Ilmu Hukum Lingkungan dan Sumber Daya Alam dari Fakultas Hukum.

Mereka adalah Prof. Dr. Luqman Hakim dan Prof. Dr. Racmad Syafaat yang dikukuhkan Rektor UB, Prof. Dr. Nuhfil Hanani, di Gedung Widyaloka Kampus UB Malang, Kamis, 17 Desember 2020.

Dengan dikukuhkannya kedua guru besar tersebut, menjadikan Universitas Brawijaya kini memiliki 189 orang profesor atau 272 profesor dari seluruh yang dikukuhkan salah satu kampus favorit di Kota Malang.

Baca Juga: Besok, Dua Gedung di Malang akan Ditutup Sementara

Dalam pidato ilmiahnya, Luqman mengupas masalah pemilihan kepala daerah (pilkada) saat ini yang dinilai bias politik dan sosial, sehingga berkembang menjadi pemilihan politik antroposentrik kedaerahan dalam arti lebih menyuburkan ikatan-ikatan primordialisme daripada nasionalisme politik.

"Saat ini pilkada seperti pemilihan kepala politik dibandingkan kepemimpinan administrasif. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah saya lakukan selama 15 tahun. Keberadaan pilkada dianggap membahayakan, karena sudah menjauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan 1945," katanya.

Menurut dia, biaya pemilihan politik yang mahal, calon kepala daerah dikuasai ataupun secara suka rela menyerahkan diri kepada oligarki yang pusat kekuasaannya berada di tangan para pejabat tinggi negara, petinggi partai politik, atau para cukong.

Baca Juga: Bisa Lewat SMS atau eform.bri.co.id/bpum, Buruan Cek Pencairan Uang BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Oleh karena itu, lanjut Lukman, dari perspektif sosiologi pemerintahan diprediksi pilkada cepat atau lambat, membahayakan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Rachmad menyatakan perlu adanya keadilan dalam tata kelola pertambangan mineral dan batubara dalam pidato ilmiahnya.

Profesor bidang Ilmu Hukum Lingkungan dan Sumber Daya Alam itu, menyampaikan Indonesia dengan SDA melimpah merupakan penghasil batubara terbesar kelima sekaligus menjadi negara pengekspor batubara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batubara di dalam negeri.

Halaman:

Editor: M A Rahman

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X