Beijing Segera Lockdown, 90 Ribu Warga Mulai Karantina Mandiri

- 16 Juni 2020, 12:19 WIB
ORANG-orang memakai masker di dalam pasar makanan laut Jingshen yang telah ditutup untuk bisnis setelah infeksi coronavirus baru terdeteksi, di Beijing, Tiongkok, 12 Juni 2020.* /REUTERS / Thomas Peter

PORTAL MALANG RAYA - Hanya dalam 4 hari, terdapat total 79 kasus positif baru di kota Beijing, Cina. 

Padahal, sedikitnya 90 ribu jiwa tinggal di pemukiman yang sangat dekat dengan pusat klaster baru di Ibukota cina tersebut.

Makanya, mengantisipasi penyebaran virus Corona yang lebih luas, otoritas Cina akan memberlakukan lockdown.

Dikutip Portal Malang Raya dari The Guardian, pejabat kesehatan setempat dalam beberapa hari ini mengumumkan akan adanya potensi klaster penyebaran virus Covid-19 yang baru menyusul adanya lonjakan kasus yang cukup masif terjadi di kota tersebut.

Infeksi yang menjangkiti warga Beijing ini disinyalir terjadi dan menyebar di sebuah pasar ikan dan hasil laut di distrik Fengtai, Beijing Selatan.

Baca Juga: Waduh! SpongeBob Ternyata Gay. Masih Mau Nonton Kartunnya?

Pada hari Senin, pihak berwenang mengumumkan 49 kasus baru, 36 di antaranya terkait dengan supermarket makanan laut Xinfadi di distrik Fengtai selatan Beijing.

Pasar grosir tersebut kemudian ditutup oleh pihak berwenang Beijing pada hari Sabtu setelah diidentifikasi sebagai pusat penyebaran virus corona baru.

"Risiko penyebaran epidemi sangat tinggi, jadi kita harus mengambil langkah tegas dan cepat," kata Xu Hejian, juru bicara pemerintah kota Beijing, dikutip Jurnal Presisi dari The Guardian pada jumpa pers hari Senin, 15 Juni 2020.

Baca Juga: Kalahkan Messi, Ronaldo Hasilkan 14 Triliun Rupiah Sepanjang Karirnya Bermain Bola

Halaman:

Editor: Cak Ipunk

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X