Mahathir Mohamad Lebih Dukung Joe Biden dan Sebut Donald Trump Sebagai bencana

- 15 Juni 2020, 17:00 WIB
MANTAN Perdana Menteri Malayasia, Mahathir Mohamad sebut jika Donald Trump kembali terpilih sebagai presiden itu sama saja dengan 'bencana'.*

PORTAL MALANG RAYA - Mahathir Mohamad Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Melayngkan kata-kata pedas kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Mahathir bahkan menyebut Donald Trump sebagai 'bencana', jika terpilih lagi menjadi Presiden AS.

Dalam wawancara yang dilansir oleh Pikiran Rakyat Bekasi dari Inqustr, Mahathir Mohamad secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Joe Biden untuk menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Pesawat Tempur TNI AU Jatuh dan Meledak di Tengah Permukiman Warga

"Saya tidak pernah berpikir dia (Donald Trump) akan menang, tetapi Joe Biden lah yang menang. Sekarang orang-orang mengatakan bahwa banyak orang yang mendukung Donald Trump, maka hal itu akan menjadi bencana," ucap Mahathir Mohamad.

Meskipun Mahathir Mohamad tidak memiliki hak pilih pada pilpres Amerika Serikat (AS) yang dihelat pada November 2020 nanti, ia mengaku memberikan suara untuk Joe Biden.

"Saya tidak tahu apakah Donald Trump akan terpilih kembali, tetapi saya berharap Joe Biden akan terpilih dan berbeda darinya. Saya memilih Joe Biden meski saya tidak punya hak untuk memilih," ucap pria berusia 94 tahun itu.

Baca Juga: Ditekan AS, Indonesia Lebih memilih F-35 ketimbang Sukhoi SU-35

Mahathir menyebut Trump sebagai bencana, tidak terlepas memburuknya hubungan diplomasi dunia saat ini. Baginya kepemimpinan Trump, mengakibatkan hubungan antara Washington-Beijing disebutkan berubah menjadi 'perang' karena sejumlah kebijakan yang diambil Donald Trump.

Mahathir Mohamad pun menolak klaim pemerintahan Donald Trump yang mengatakan Tiongkok harus bertanggung jawab atas merebaknya pandemi Covid-19 hingga seluruh dunia.

Selain menyalahkan Donald Trump karena ketidaknyamanan dengan Tiongkok, Mahathir Mohamad juga mengkritik Donald Trump karena kebiasaannya memecat pejabat, menyamakan praktik ini dengan yang terlihat di 'negara dunia ketiga'.

Halaman:

Editor: Ratri Ni'mah

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X