Australia Bersiap Hadapi Hidup Tanpa Google

- 13 Februari 2021, 10:00 WIB
Ilustrasi mesin pencarian Google (Pixabay /

PORTAL MALANG RAYA – Australia dihadapkan pada pilihan sulit. Sebab Google dikabarkan akan mencabut akses sebagai mesin pencarian utama karena berselisih paham dengan pemerintah.

Google menentang undang-undang terencana yang akan memaksa perusahaan dan Facebook Inc. membayar penerbit Australia untuk konten berita.

Ultimatum yang diterbitkan raksasa internet kepada pemerintah lokal telah meninggalkan kekosongan digital yang membayangi negara. Sebagai informasi, Google menjalankan 95 persen pencarian Internet di Australia.

Baca Juga: Eliminasi Top 7 Indonesia’s Next Top Model 12 Februari 2021, Yumi dan Audrey Berada di Posisi Bottom 2

Menonaktifkan situs web paling terkenal di dunia itu, akan membuat Australia bekerja sama kepada para pesaingnya. Seperti Bing dan DuckDuckGo dari Microsoft Corp., yang gagal menyingkirkan Google sebagai mesin pencarian utama.

Mahasiswa teknik perangkat lunak Patrick Smith mencontohkan ketergantungan Google di Australia. Pria berusia 24 tahun dari Canberra ini mengatakan bahwa terkadang dia mengumpulkan 400 penelusuran Google setiap hari untuk membantu studinya, mengikuti berita, dan mencari resep.

Smith mengatakan bahwa browser miliknya dari hari ke hari menunjukkan setidaknya 150 penelusuran hanya dalam waktu lima jam.

"Prospek pencarian Google menghilang jadi hal yang paling menakutkan. Saya agak refleks ke Google tentang sesuatu, apa pun, yang bahkan saya sedikit tidak yakin," kata Smith dikutip Portal Malang Raya dari laman Aljazeera.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius dan Pisces 13 Februari 2021, Bakal Ada Perhatian Khusus dari Pasangan

Menelusuri 'pantai terbaik Sydney' menunjukkan perbedaan kinerja Google dengan para pesaingnya. Hasil pertama DuckDuckGo adalah iklan untuk hotel yang jauhnya lebih dari 1.000 kilometer di Queensland.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X